it's mine.......

selamat datang pada diri saya....
data diri saya dan
tulisan-tulisan saya yang sebagian kecil saya utuhkan dan kebanyakan tulisan saya hanya pendahuluan....

me...

Foto saya
jalan kaliurang, Ngayojokarto Hadiningrat
ibu rumah tangga..... guru matematika SMA..... graduated from matematika juga di sastra..... postgraduated from pendidikan Islam........ apalah artinya gelar............

Rabu, 31 Maret 2010

Pendidikan Gak Karuan

Pendidikan Gak Karuan

Pendidikan di Indonesia berdasarkan hasil ujian nasional dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan kualitas. Pendapat tersebut kiranya perlu ditinjau kembali terutama dalam praktek atau lapangan pendidikan dan tidak hanya meninjau dari sisi hitam di atas putih (nilai-nilai ujian nasional). Semestinya pendidikan berjalan ke arah yang hendak dicapai (tujuan akhir pendidikan), tidak hanya sekedar tujuan kognitif belaka. Ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu pendidikan akhlak yang seringkali tidak ditekankan oleh pelaku pendidikan maupun para orangtua dari peserta didik.
Kisah seputar Ujian nasional menjadi cermin betapa buramnya pendidikan di negara kita. Beberapa guru pengawas ujian nasional menceritakan berapa banyak handphone yang tersita oleh mereka dari para peserta didik, belum lagi yang ketahuan saat ujian berlangsung. Tidak itu saja, adanya ancaman dari siswa –sekolah lain- karena ketahuan membawa HP. Dan jika dibuka sms nya, rata-rata berisi kunci jawaban ujian nasional. Bahkan ada guru yang di sms muridnya pada jam mengerjakan ujian nasional! Itu baru seputar HP. Apa gak lebih baik kalau di sekolah ada larangan membawa HP bagi para siswanya. Coba tanyakan ke siswa yang membawa HP, boleh gak dipinjam (dibuka) HPnya. Saya yakin hampir semua siswa menolak dibuka HPnya. Isinya apa to di HP mereka???? Semua pasti bisa mengira-ngira… HP justru membawa mudharat bagi siswa usia sekolah.
Cerita ujian nasional juga membuat pengawas kami yang dari sekolah pesantren “terhenyak” ketika mengawasi di sekolah lain. Banyaknya siswi SMA yang duduknya luarbiasa dengan rok abu-abu pendeknya –sangat pendek barangkali- seakan untuk mencegah proses pengawasan ujian nasional. Terpaksa guru-guru putra matanya menghadap ke samping tidak ke depan, meskipun mungkin mereka penasaran juga…
Itu baru seputar ujian nasional, belum lagi keseharian siswa dengan facebook, dunia kos, hubungan remaja putra putri, semua mestinya perlu menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan di Indonesia yang semakin tidak mendidik ke arah akhlak karimah. Semua terfokus pada jalan yang dianggap lurus dengan menomorsatukan penilaian kognitif-psikomotorik (siswa yang pandai dan berprestasi itu yang dipuja puji). Jika pendidikan dimisalkan sebuah buku, maka hampir semua yang terlibat dalam dunia pendidikan di Indonesia selalu mempercantik sampulnya terus menerus….(bersambung)

1 komentar:

  1. Setujuh..memang susah mencari siswa yang berorientasi pada pendidikan yang sejati...dan yang terutama memiliki akhlah kariemah...

    BalasHapus