it's mine.......

selamat datang pada diri saya....
data diri saya dan
tulisan-tulisan saya yang sebagian kecil saya utuhkan dan kebanyakan tulisan saya hanya pendahuluan....

me...

Foto saya
jalan kaliurang, Ngayojokarto Hadiningrat
ibu rumah tangga..... guru matematika SMA..... graduated from matematika juga di sastra..... postgraduated from pendidikan Islam........ apalah artinya gelar............

Kamis, 04 Februari 2010

IDEOLOGI DAN PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL

IDEOLOGI DAN PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL
(telaah tentang ideologi dan paradigma politik pendidikan yang seharusnya ada di Indonesia)

Pendahuluan
Pendidikan merupakan bagian dari praktek kultural maupun proses transformasi sosial. Dengan ini, proses perubahan sosial dan juga politik di tiap level gerakan sosial akan mempengaruhi ataupun memberikan dampak dalam proses pendidikan. Tidak dipungkiri bahwa bagaimanapun juga, proses pendidikan pada akhirnya sarat dengan muatan dan agenda politik dengan kenyataan di atas.
Dari berbagai definisi pendidikan, Kartini Kartono mengatakan bahwa pendidikan merupakan gejala insani yang fundamental dalam kehidupan manusia untuk mengantarkan anak manusia ke dunia peradaban. Dari definisi ini, maka meskipun proses pendidikan sarat dengan muatan politik suatu bangsa, bukan berarti permasalahan mengantarkan anak manusia ke dunia peradaban diabaikan dan semestinya melalui proses pendidikan mampu menyadari peran mereka dalam proses sosial, politik, dan budaya menuju keadilan dan kesejatian dirinya.
Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang sangat besar –lebih dari 200 juta jiwa–di mana yang berusia produktif berjumlah 144 juta jiwa. Dengan ini, pendidikan yang memadai dan berkualitas sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa. Namun sejauh ini, pendidikan di Indonesia mengalami peristiwa buruk yang terjadi secara bertubi-tubi. Dari masalah peringkat pendidikan di tingkat dunia maupun Asia, mahalnya menikmati dunia pendidikan, kontroversial undang-undang tentang Sisdiknas, degradasi moral yang menimpa peserta didik bahkan pendidik, dan masalah-masalah lain yang menyangkut dunia pendidikan Indonesia.
Kejadian buruk dalam dunia pendidikan Indonesia tersebut mulai semakin nampak jelas sejak tumbangnya Orde Baru hingga sekarang. Perubahan yang terjadi dalam dunia perpolitikan Indonesia, yang berdampak pada sektor ideologi, ekonomi, budaya, dan sebagainya, juga berdampak dalam permasalahan pendidikan. Hal ini dikarenakan persoalan pendidikan merupakan bagian dari praktek kultural maupun proses transformasi sosial sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam suatu masyarakat, negara, dan bangsa.
Sebagaimana misalnya di negara Amerika, negara penganut liberalisme ini telah menanamkan faham tersebut dalam pendidikan nasionalnya begitu pula di Rusia yang menanamkan faham komunisnya. Kejadian seperti di atas sebenarnya tidak hanya terjadi di dataran Eropa, di belahan dunia lain pun melakukannya. Hampir di seluruh negara di dunia telah memanfaatkan pendidikan sebagai ajang untuk memasarkan ideologi negara yang dianutnya. Hal tersebut dilakukan terutama untuk mempertahankan kekuasaan dan memperkuat hegemoni pemerintahan agar tetap eksis.
Dari pengalaman sejarah pendidikan di Indonesia, di tengah percaturan ideologi-ideologi politik, maka akan muncul pertanyaan sejauhmana dan bagaimana pengaruh hegemoni negara dalam menanamkan ideologi pendidikan nasional dan ini tentunya terkait pada paradigma yang dianut oleh masyarakat di Indonesia. Adapun paradigma pendidikan nasional bagaimanapun tidak akan terlepas dari pemegang dan penentu kebijakan sistem pendidikan–stake holder–negara, yaitu pemerintah. Dengan demikian, maka akan muncul pula pertanyaan, bagaimana ideologi dan paradigma pendidikan yang sebenarnya dan seharusnya ada di Indonesia.

.....................dan seterusnya..........

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, M., Ilmu Perbandingan Pendidikan, Jakarta: Golden Terayon Press, 2003.

Bayhaqi, Akhmad., “Pendidikan, Sampai Kapan Terus Termarjinalkan?”, www.google.com, 06 September 2004.

Candra, “Paradoks Pendidikan dan Jurang Kenyataan”, Senthir, Yogyakarta: DPC GmnI Yogyakarta, Edisi VI, Mei-Juni 2004.

Darmaningtyas, Pendidikan yang Memiskinkan, Yogyakarta: Galang Press, 2004.

Dawam, Ainurrofq., Emoh Sekolah, Yogyakarta: Inspeal Ahimsakarya, 2003.

Eagleton, Terry., Ideology an Introduction, New York: Verso, 1991.

Ismadi, Hurip Danu., “Aliran-Aliran Pendidikan”, www.google.com, 08 September 2004.

Kartono, Kartini., Tinjauan Politik Mengenai Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Pradnya Paramita, 1997.

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.

Muntholib, “Pendidikan Islam dan Percaturan Ideologi Politik Global”, Makalah, Yogyakarta: Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga, tt.

Nata, Abuddin., Paradigma Pendidikan Islam, Jakarta: PT Grasindo, 2001.

Nugroho, Singgih., Pendidikan Pemerdekaan dan Islam, Yogyakarta: Pondok Edukasi, 2003.

Nurdi, Herry., “Pendidikan Nasional, yang Miskin Minggir!”, Sabili, Jakarta: PT Bina Media Sabili, No. 4 TH. XII, 10 September 2004.

O’Neil, William F., Ideologi-Ideologi Pendidikan, terj. Omi Intan Naomi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.

Prasetyo, Eko., Orang Miskin Dilarang Sekolah, Yogyakarta: Resist Book, 2004.

Sanaky, Hujair AH., Paradigma Pendidikan Islam, Membangun Masyarakat Madani Indonesia, Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2003.

Setiawan, Muhammad., “Filsafat Pendidikan dan Implikasinya”, www.google.com, 01 Januari 2003.

Suyanto, “Pedagogi untuk Kelompok Tertinggal”, Basis, Yogyakarta: Yayasan BP Basis, No 05-06, Tahun Ke-53, Mei-Juni 2004.

Tilaar, H.A.R., Kekuasaan dan Pendidikan, Magelang: Indonesiatera, 2003.

___________, Paradigma Baru Pendidikan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Tumin, Makmor., “Antara Ideologi dengan Agama”, www.google.com, 08 September 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar